{"id":55,"date":"2025-12-02T08:58:00","date_gmt":"2025-12-02T01:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/?p=55"},"modified":"2025-11-30T14:24:40","modified_gmt":"2025-11-30T07:24:40","slug":"perbedaan-www-dan-non-www","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/","title":{"rendered":"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat berselancar di internet, kita sering melihat alamat situs web, atau URL, yang terkadang dimulai dengan <strong>www<\/strong> (misalnya, <a href=\"https:\/\/www.bisikin.net\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">www.bisikin.net<\/a>) dan terkadang tanpa awalan tersebut (misalnya, <a href=\"https:\/\/bisikin.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">bisikin.net<\/a>). Tahukah Anda bahwa di balik perbedaan kecil ini terdapat implikasi teknis dan strategi SEO yang cukup penting? Memahami <strong>perbedaan WWW dan Non-WWW<\/strong> adalah hal fundamental dalam manajemen website. Perbedaan ini bukan hanya masalah preferensi gaya, melainkan berkaitan dengan konfigurasi domain, <em>hosting<\/em>, dan bagaimana mesin pencari mengindeks situs Anda. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci tentang kedua format URL ini, fungsinya, serta menyinggung fenomena jarang seperti WWW1.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Membedah Format URL: WWW dan Non-WWW<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara teknis, <strong>Non-WWW<\/strong> adalah domain utama (disebut juga <em>naked domain<\/em> atau <em>root domain<\/em>). Sedangkan <strong>WWW<\/strong> adalah <em>subdomain<\/em> dari domain utama tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Format URL Non-WWW (Naked Domain)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format ini adalah nama domain Anda secara langsung, tanpa <em>subdomain<\/em> di depannya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Contoh:<\/strong> <code>domainanda.com<\/code><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fungsi:<\/strong> Bertindak sebagai alamat utama atau <em>root<\/em> yang langsung menunjuk ke alamat IP server Anda. Format ini bersifat lebih ringkas dan modern, menjadi tren populer karena kemudahan pengetikan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Format URL WWW (<em>Subdomain<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format ini menggunakan <em>subdomain<\/em> <code>www<\/code> di depan nama domain utama.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Contoh:<\/strong> <code>www.domainanda.com<\/code><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fungsi:<\/strong> Awalnya, WWW berfungsi sebagai <strong>indikasi standar bahwa konten tersebut adalah bagian dari World Wide Web<\/strong> dan diakses melalui protokol HTTP. Secara teknis, <code>www<\/code> sering digunakan sebagai <em>canonical name<\/em> atau alias untuk <em>server<\/em> web utama. Secara historis, penggunaan <code>www<\/code> juga memudahkan untuk mengarahkan traffic ke <em>server<\/em> yang berbeda (misalnya, <code>ftp.domainanda.com<\/code> untuk server FTP, <code>mail.domainanda.com<\/code> untuk server email).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Konfigurasi Penting: Pengalihan (<em>Redirection<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlepas dari format mana yang Anda pilih, sangat penting untuk melakukan <strong>pengalihan (redirection)<\/strong> 301. Pengalihan 301 memastikan bahwa salah satu format URL (misalnya Non-WWW) akan secara permanen mengalihkan pengunjung ke format yang Anda pilih (<strong>WWW<\/strong>). Hal ini dilakukan untuk menghindari masalah <strong>konten duplikat<\/strong> di mata mesin pencari, yang dapat merusak peringkat SEO Anda. Anda harus memilih satu versi untuk dijadikan <strong>URL Kanonik<\/strong> atau <em>preferred version<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Penting Perbedaan WWW dan Non-WWW dalam SEO<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilihan antara <strong>perbedaan WWW dan Non-WWW<\/strong> memiliki dampak nyata pada aspek SEO dan teknis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengelolaan Cookie<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam beberapa kasus, <em>cookie<\/em> yang ditetapkan pada <code>www.domainanda.com<\/code> tidak dapat diakses oleh <em>subdomain<\/em> lain (misalnya, <code>blog.domainanda.com<\/code>). Sebaliknya, <em>cookie<\/em> yang ditetapkan pada <em>naked domain<\/em> (<code>domainanda.com<\/code>) seringkali secara otomatis tersedia untuk semua <em>subdomain<\/em>, yang bisa menjadi keuntungan atau risiko keamanan, tergantung konfigurasi Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. DNS dan CNAME<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara teknis, domain <strong>Non-WWW<\/strong> (A record) tidak dapat ditetapkan sebagai CNAME (<em>Canonical Name<\/em>), yang merupakan batasan teknis yang mungkin penting bagi beberapa infrastruktur <em>cloud<\/em> atau <em>hosting<\/em> yang kompleks. Sebaliknya, <em>subdomain<\/em> <strong>WWW<\/strong> dapat ditetapkan sebagai CNAME, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam konfigurasi DNS.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Citra Merek dan Tren<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, banyak perusahaan besar, terutama yang berbasis teknologi, memilih format <strong>Non-WWW<\/strong> karena terlihat lebih ringkas dan mudah diingat, mencerminkan citra merek yang minimalis dan modern. Namun, format <strong>WWW<\/strong> tetap menjadi pilihan yang solid dan familiar bagi audiens yang lebih tradisional.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu WWW1 dan WWW2?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena <strong>WWW1<\/strong> atau <strong>WWW2<\/strong> pada URL (misalnya, <code>www1.domainanda.com<\/code> atau <code>www2.domainanda.com<\/code>) jarang terlihat oleh pengguna akhir, tetapi memiliki fungsi teknis yang sangat spesifik.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tujuan:<\/strong> WWW1 dan WWW2 biasanya digunakan untuk tujuan <strong>Load Balancing<\/strong> (pembagian beban <em>server<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mekanisme:<\/strong> Perusahaan besar dengan volume <em>traffic<\/em> yang sangat tinggi (seperti bank atau platform media sosial) mungkin menjalankan beberapa server web identik untuk memastikan situs mereka tidak <em>down<\/em> karena kelebihan beban. <code>www1<\/code> dan <code>www2<\/code> adalah <em>subdomain<\/em> yang mengarahkan pengunjung ke <em>server<\/em> yang berbeda. Ketika satu <em>server<\/em> sibuk, <em>traffic<\/em> dialihkan ke <em>server<\/em> lain (<code>www2<\/code>).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keterlihatan:<\/strong> Pengguna biasanya tidak mengetik <code>www1<\/code>, melainkan dialihkan secara otomatis oleh sistem <em>load balancer<\/em> atau DNS mereka. Ini adalah solusi infrastruktur, bukan pilihan penulisan URL.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/bisikin.net\/blog\/apa-itu-load-balancing-dan-penerapannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa itu load balancing<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan: Pilihan dan Konsistensi Adalah Kunci<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilihan antara <strong>perbedaan WWW dan Non-WWW<\/strong> pada akhirnya harus didasarkan pada strategi <em>branding<\/em> dan teknis Anda. Tidak ada format yang secara inheren &#8220;lebih baik&#8221; untuk SEO, asalkan Anda memastikan dua hal utama:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pengalihan 301 yang Benar:<\/strong> Pastikan format URL yang tidak Anda pilih dialihkan secara permanen ke versi yang Anda pilih. Ini mengatasi masalah konten duplikat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Deklarasi Kanonik:<\/strong> Gunakan tag <code>rel=\"canonical\"<\/code> untuk memberi tahu Google versi mana yang Anda anggap sebagai URL utama.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan mempertahankan konsistensi dan menggunakan pengalihan yang tepat, Anda dapat memastikan bahwa semua kekuatan SEO Anda terfokus pada satu URL pilihan, baik itu <strong>WWW<\/strong> yang tradisional maupun <strong>Non-WWW<\/strong> yang modern.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat berselancar di internet, kita sering melihat alamat situs web, atau URL, yang terkadang dimulai dengan www (misalnya, www.bisikin.net) dan terkadang tanpa awalan tersebut (misalnya, bisikin.net). Tahukah Anda bahwa di balik perbedaan kecil ini terdapat implikasi teknis dan strategi SEO yang cukup penting? Memahami perbedaan WWW dan Non-WWW adalah hal fundamental dalam manajemen website. Perbedaan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":58,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":""},"categories":[21],"tags":[31,37,34,33,35,32,30,36],"class_list":["post-55","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-programming","tag-konfigurasi-domain","tag-load-balancing","tag-redirection-301","tag-seo-website","tag-subdomain","tag-url-kanonik","tag-www-vs-non-www","tag-www1"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Secara teknis, Non-WWW adalah domain utama (disebut juga naked domain). Sedangkan WWW adalah subdomain dari domain utama tersebut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Secara teknis, Non-WWW adalah domain utama (disebut juga naked domain). Sedangkan WWW adalah subdomain dari domain utama tersebut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bisikin Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-02T01:58:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1111\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"587\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bisikin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bisikin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bisikin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8dcfd41023bccf2b325a88802743bec1\"},\"headline\":\"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1\",\"datePublished\":\"2025-12-02T01:58:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/\"},\"wordCount\":689,\"commentCount\":2,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg\",\"keywords\":[\"Konfigurasi Domain\",\"Load Balancing\",\"Redirection 301\",\"SEO Website\",\"Subdomain\",\"URL Kanonik\",\"WWW vs Non-WWW\",\"WWW1\"],\"articleSection\":[\"Programming\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/\",\"name\":\"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-02T01:58:00+00:00\",\"description\":\"Secara teknis, Non-WWW adalah domain utama (disebut juga naked domain). Sedangkan WWW adalah subdomain dari domain utama tersebut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg\",\"width\":1111,\"height\":587,\"caption\":\"gambar www vs non www\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/perbedaan-www-dan-non-www\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Bisikin Blog\",\"description\":\"Tempat bisik-bisik info dan hal menarik\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Bisikin Blog\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/cropped-favicon-96x96-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/11\\\/cropped-favicon-96x96-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Bisikin Blog\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/8dcfd41023bccf2b325a88802743bec1\",\"name\":\"Bisikin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1c589ff81c31e47e88f6371f3d1a4e597f6592da605c7d1a0074f703f0d38fd8?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1c589ff81c31e47e88f6371f3d1a4e597f6592da605c7d1a0074f703f0d38fd8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1c589ff81c31e47e88f6371f3d1a4e597f6592da605c7d1a0074f703f0d38fd8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bisikin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/bisikin.net\\\/blog\\\/author\\\/bisikin\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1","description":"Secara teknis, Non-WWW adalah domain utama (disebut juga naked domain). Sedangkan WWW adalah subdomain dari domain utama tersebut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1","og_description":"Secara teknis, Non-WWW adalah domain utama (disebut juga naked domain). Sedangkan WWW adalah subdomain dari domain utama tersebut.","og_url":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/","og_site_name":"Bisikin Blog","article_published_time":"2025-12-02T01:58:00+00:00","og_image":[{"width":1111,"height":587,"url":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bisikin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bisikin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/"},"author":{"name":"Bisikin","@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/#\/schema\/person\/8dcfd41023bccf2b325a88802743bec1"},"headline":"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1","datePublished":"2025-12-02T01:58:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/"},"wordCount":689,"commentCount":2,"publisher":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg","keywords":["Konfigurasi Domain","Load Balancing","Redirection 301","SEO Website","Subdomain","URL Kanonik","WWW vs Non-WWW","WWW1"],"articleSection":["Programming"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/","url":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/","name":"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1","isPartOf":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg","datePublished":"2025-12-02T01:58:00+00:00","description":"Secara teknis, Non-WWW adalah domain utama (disebut juga naked domain). Sedangkan WWW adalah subdomain dari domain utama tersebut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/#primaryimage","url":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg","contentUrl":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Pemburikan.rzlamin_1764325245462.jpg","width":1111,"height":587,"caption":"gambar www vs non www"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/perbedaan-www-dan-non-www\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"WWW vs Non-WWW: Pahami Perbedaan, Fungsi, dan Apa itu WWW1"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/#website","url":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/","name":"Bisikin Blog","description":"Tempat bisik-bisik info dan hal menarik","publisher":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/#organization","name":"Bisikin Blog","url":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/cropped-favicon-96x96-1.png","contentUrl":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/cropped-favicon-96x96-1.png","width":512,"height":512,"caption":"Bisikin Blog"},"image":{"@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/#\/schema\/person\/8dcfd41023bccf2b325a88802743bec1","name":"Bisikin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c589ff81c31e47e88f6371f3d1a4e597f6592da605c7d1a0074f703f0d38fd8?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c589ff81c31e47e88f6371f3d1a4e597f6592da605c7d1a0074f703f0d38fd8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1c589ff81c31e47e88f6371f3d1a4e597f6592da605c7d1a0074f703f0d38fd8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bisikin"},"sameAs":["https:\/\/bisikin.net\/blog"],"url":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/author\/bisikin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":94,"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55\/revisions\/94"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisikin.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}